aku malu

Aku malu kepada angin yang udaranya selalu kuhirup untuk nafasku
Aku malu kepada hujan yang guyurannya untuk membersihkan kotorku
Aku malu kepada bulan yang cahayanya menjadikan gelapku tiada
 
Aku malu karena,
belum bisa berikan bulan kepada angin,
belum bisa berikan angin kepada hujan,
belum bisa berikan hujan kepada bulan,
 
malu aku karena aku membuat malu,
sehingga begitu malu aku membuat malu
kepada [...]

renung

Kalah atau mengalah?
Sama saja!
Tetap saja oleng pada saat meniti pematang masa
Tapi harimau-harimau, terlelaplah!
Tidak ada mangsamu meskipun ada
Sehari bukannya setahun, padahal setahun serasa sehari
Dekaplah saja duri itu meskipun tergores
Tetaplah diam dan ntuk lukapun tidak mengapa. Sudah sewajarnya
Masih ada pohon tempat berteduh
Daunnya memang tidak seberapa rimbun
Tapi cukup untuk sekedar sejuk
Dan dengarkan burung hantu bernyanyi
Dengan nada yang sangat [...]

untukmu & untukku

Siang berdecak kagum karena disuguhi ramuan sejuk nan gemulai dalam canda
Kelana bayu silaturahmi pada semuanya,
Damai dan bersahabat menaungi rimba mayapada.
Lalu dibelukar hari yang meliuk-liuk layaknya goyang karawang, semedilah dan temukan tanah ratapi diri.
Di mana anakku yang tumbuh menjulang dengan akar yang kokoh? Air tak lagi mau meresap, hujanpun enggan mengguyur.
Tidak ada lagi kembang yang mengembang
Tidak [...]

salah melihat

Ada  apa dengan mataku. Juga hatiku?
Rumah beton dengan taman yang indah di halamannya itu ternyata di dalamnya cuma berlantaikan tanah.
Sekarang aku membiarkan semuanya seperti apa adanya
Biarlah bunga itu tertanam di hatiku tanpa perlu mendapat perawatan
Jika mau tumbuh, tumbuh sajalah
Jika mau layu, layu sajalah
Atau sekalian saja mati…
Aku barangkali
Atau pasti memilih bunga yang lain saja
Barangkali bisa menghiasi [...]

ketika aku mengagumimu (endapan bait..)

Butir-butir hujan begitu riangnya menari dengan diiringi tetabuhan guruh. Debu-debu jalan seirama melantunkan bait panembrana. Pawana bergoyang ke sana-ke mari sambil menyapa alam. Sementara tanah merasakan dingin walau berselimut rerumputan dan di payungi daun-daun.
Melihatlah ke sini. Ke dalam hatiku, ke dalam jiwaku juga  ke dalam mataku. Terhampar keinginan yang sampai sekarang belum kering, melainkan semakin [...]

ketika aku menjadi wangi

Mimpi- mimpiku saling berkejaran. Seperti balapan mobil. Suaranya meraung-raung, menderu- deru. Sesekali berdecit, suara rem akibat keadaan yang benar- benar hiruk- pikuk.
Ketika turun hujan, mimpi- mimpiku berubah jadi bunga. Lalu menyerang udara dengan wewangian. Seorang wanita terpeleset, hidungnya mengendus. Aku yakin dia penasaran, dari mana asalnya wewangian itu. Tapi aku akan diam, tidak ingin memberi [...]

aku menunggu

Seharusnya aku tidak di sini. Menungumu dalam kebosanan. Aku juga seharusnya tidak terlalu percaya dengan janji-janjimu. Janjimu yang dilumuri gula, janjimu untuk datang tepat waktu. Tapi aku begitu bodohnya, terlalu lemah terhadap janji, akibatnya aku mondar-mandir dalam kebosanan. Menunggumu yang entah kapan datang menampakkan muka, memenuhi janji.
Memang, kemungkinannya bisa jadi engkau masih di tempat kerja, [...]

scene from memories……..

September 1999
Saatnya lagi
Untuk lahirkan semua janin-janin aksara
Dari rahim benak yang dulu pernah lahir tapi tak ternafkahi
Meneteklah pada payudara loka
Agar tumbuh dan dapat bersenggama dengan khayal
Mulailah dengan awan, hujan,petir, juga gemuruh lautan
Jangan pernah berhenti
Apalagi sampai berkata bosan!
Tetaplah berpacaran dengan mayapada
Sebagaimana matahari yang selalu tersenyum hangat jika bersama embun…