Posted on 31 Juli 2008 by eswandjono
semoga saja
dalam kepenatan ini
aku masih sanggup untuk membedakan
mana yang disebut angin dan mana yang disebut udara
mana yang disebut laut dan mana yang disebut ombak
mana yang disebut gunung dan mana yang disebut bukit
mana yang disebut langit dan mana yang disebut awan
mana yang disebut hujan dan mana yang disebut embun
mana yang disebut menangis dan mana yang disebut [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | 3 Komentar »
Posted on 30 Juli 2008 by eswandjono
bertanyalah kepada angin
apa rasanya berhembus
berkatalah kepada ombak
mengapa jiwa bisa tergulung-gulung
mendekatlah kepadaku
mengapa aku jatuh cinta
DIarsipkan di bawah: puisi | 2 Komentar »
Posted on 5 Juli 2008 by eswandjono
aku selalu saja memilih menjadi air
meskipun di dadaku api berkobar-kobar
dengan menjadi air,
aku terpaksa dan memaksa untuk memadamkan apimu
supaya tidak ada panas di bawah atap ini..
sesekali aku ingin juga menjadi api
yang dengan kobarannya menghanguskan kata-katamu
masam mukamu, juga centil tegur sapamu…
sayang aku lebih layak menjadi air
meski aku sudah lelah
lelah mengalir di bawah atap ini
memercik kobaran apimu
tapi demikianlah
meski aku punya kobaran api-api
aku terpaksa menjadi air saja
agar aman dan damai
di bawah atap ini
di mana aku tidur di bawah telapak kaki
DIarsipkan di bawah: puisi | 13 Komentar »
Posted on 5 Juli 2008 by eswandjono
merek menari dan menari
ketika mataku mengalirkan bermacam-macam tangisan
tapi tidak mengapa..
bukankah mata diciptakan untuk pandai menangis???
hanya kadang-kadang aku malu juga
memamerkan mata dengan air-air yang mengalir di dalamnya…
mereka pasti mengira aku baru saja selesai mandi
padahal aku sedang menangis
menangis karena aku pagi tadi tidak mendapat jatah senyum
dari yang selalu mempesonakan mataku
yaitu matahari….
ia pergi begitu saja
ketika aku sedang terbang dan hinggap ke dalam hati seseorang
yang hatinya ingin aku diami
tapi sayang ternyata aku ditertawakan
jadilah aku dengan mata yang mengalir air-airnya
dari segala penjuru
tidak salah kan jika aku menangis?
karena aku punya mata…
DIarsipkan di bawah: puisi | 1 Komentar »
Posted on 5 Juli 2008 by eswandjono
jika engkau berjalan di depanku
aku akan mengarahkanmu
jika engkau berjalan di belakangku
aku akan memandumu
jika engkau berjalan di sisiku
aku akan menggandengmu
jika engkau berjalan menjauh dariku
aku akan memanggilmu
tapi jika engkau berjalan meninggalkanku
aku akan berusaha mengejar dan mencarimu
sedapatnya engkau tetap di dekatku
meski dalam letih dan payah
karena aku sudah berjanji
akan berjalan mendampingimu
dengan bunga-bunga dan kerelaan
walaupun engkau tak sebaik yang aku harapkan
setidaknya engkau sebaik-baiknya pemberian…
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Posted on 5 Juli 2008 by eswandjono
aku menggali jurang
dalam dan semakin dalam
aku terkubur
tertimbun
dalam jurang yang aku gali sendiri
anehnya aku selalu berteriak…aku ingin bebaaaas!!!
padahal aku selalu menggali jurung
tempat aku mengubur diri sendiri
di mana aku terkubur di dalamnya
bersama semua mimpi-mimpi dan harapan-harapan..
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
Posted on 1 Juli 2008 by eswandjono
Berbekal pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang hebat, Anda bisa
menghasilkan karya fiksi menarik dan bermutu. Jangan lewatkan
Sayembara Mengarang Cerpen & Cerber femina 2008, dengan Ayu Utami
sebagai ketua dewan juri. Inilah jalan untuk mewujudkan impian menjadi
penulis kenamaan.
SYARAT UMUM SAYEMBARA CERPEN & CERBER:
• Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
• Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan
ejaan yang [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on 1 Juli 2008 by eswandjono
Dalam Rangka 80 Tahun Sumpah Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga
RI menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel
Kepemudaan.
Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk esai dengan tema “80 Tahun Kontribusi Pemuda dalam
Kepemimpinan Bangsa”.
2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Uncategorized | Leave a Comment »