telah aku tulis perasaan-perasaanku di hatimu
sudah pula aku urai isi hatiku di dalam matamu juga alur nafasmu
tapi engkau tidak mengerti
dan aku hanya ah…
terserah engkau……
DIarsipkan di bawah: puisi | 3 Komentar »
telah aku tulis perasaan-perasaanku di hatimu
sudah pula aku urai isi hatiku di dalam matamu juga alur nafasmu
tapi engkau tidak mengerti
dan aku hanya ah…
terserah engkau……
DIarsipkan di bawah: puisi | 3 Komentar »
DIarsipkan di bawah: my fhoto | 2 Komentar »
DIarsipkan di bawah: my fhoto | 1 Komentar »
DIarsipkan di bawah: my fhoto | 1 Komentar »
jika yang aku lakukan terhadapmu adalah mimpi
maka bangunkanlah aku dari tidurku
agar mimpiku tidak menjadi panjang dan melelahkan…
namun jika yang aku lakukan terhadapmu adalah nyata
maka tunjukkanlah arah yang benar menuju hatimu..
cukup itu saja..
tidak lebih
DIarsipkan di bawah: puisi | 1 Komentar »
aku mendatangimu
tidak dengan pedang di tangan
tidak dengan tanda jasa di pundak
tidak juga dengan seragam-seragam yang dikenakan..
melainkan dengan ketidakberdayaan mendapat kepastianmu…
begitu melelahkan ternyata..
padahal jarakku dan jarakmu hanya beberapa detak jantung
tapi begitulah,
aku akhirnya harus lebih mengendalikan hati
agar tidak bebas terbang terlalu ke awan
dan sebaiknya aku mengurung hatiku
dalam ruangan yang penuh dengan suara-suara ketidakmampuanku…
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
ajari aku..
menjadi yang tak diragukan
menjadi yang tak dibimbangkan
menjadi sesuatu yang diberi kepercayaan
untuk menggenggam hatimu…
tapi tidak begini,
aku dililit angin
lalu seperti kehilangan arti..
dan benar…
aku barangkali tidak bisa diartikan
dan tidak punya yang bisa diartikan…
aku belum berarti….
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
aku hanya menyisakan beberapa nafas saja
setelah itu aku akan benar-benar terjengkang
dengan keadaan yang tidak bisa digambarkan
ah,,,
ternyata begitu sulit mendapatkan kepercayaan hatimu
aku mengira ketulusan hatiku akan langsung bisa mendapat tempat di hatimu
ternyata tidak…
tidak dan tidak…
aku sangat kehilangan cara
mencoba mencari cara-cara baru yang lebih mutakhir dan bertekhnologi
tapi tidak aku menemukannya
bahwa aku semakin kehilangan nafas,
demikianlah adanya
kebimbangan hatimu akan [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
aku mendekat kepadamu dari segala arah
mulai dari langit
laut, tanah juga udara
tapi semuanya buntu
aku menyamar menjadi awan lalu ikut dalam arak-arakan
tapi karena aku bukanlah awan sejati
maka aku tanpa sadar menabrak gunung
jadilah aku sebagai awan-awan yang melilit gunung
aku juga menyamar menjadi ombak lalu ikut bergulung-gulung ke tepi
dasar..aku juga bukan ombak sejati
dan aku tidak tahu kalau aku bergulung-gulung [...]
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »
barangkali aku terlalu angin
sehingga tanpa sadar
tidak hanya daun-daunmu yang berguguran
tapi pohon-pohonmu juga bertumbangan
barangkali pula aku terlalu hujan
dan aku tidak tahu
ternyata bukan hanya rumput-rumputmu yang hanyut
tapi gunung-gunungmu sudah tenggelam
walau sebenarnya tidak ingin aku angin
tidak pula hujan
hanya karena musim yang sudah menua
menyebabkan aku adalah cuaca
DIarsipkan di bawah: puisi | Leave a Comment »