sendiri dan selalu dalam hening
langkahku terbata-bata
aku tetap diganggu,
diganggu oleh mengapa,
diganggu oleh andai saja,
jika mimpi adanya dalam tidur
tapi tidak dengan aku…
mimpi itu datang di kala aku tidur dan juga terjaga
kebingunganku adalah harus ke mana dan bagaimana
yang telah kugenggam begitu mudahnya lepas,
lepas selepas-lepasnya
tidak menjadi bagianku
seharusnya bagaimana??
aku sudah terjatuh
dalam dan sangat dalam
ingin mendaki lagi tidak ada yang bisa aku genggam..
tanganku berdarah menggenggam hatimu..
dan lukanya ada dalam hatiku
tapi tidak karena engkau..
Filed under: puisi




