aku sudah sampai di mana
ketika angin-angin merebah di daun-daun
juga debu-debu?
sudahkah aku sampai ke rumahmu dan bercengkrama denganmu
sambil berencana seberapa jauh perjalanan yang akan kita lewati secara bersama-sama?
ahh,,
aku baru sampai di sini
pada titik di mana aku masih selalu bertanya-tanya, mengapa aku masih dianggap belum pantas oleh cuaca dan musimmu??
DIarsipkan di bawah: puisi





selalu saja bermutu