Menyembur di dalam nafas tapi tidak sampai mencekik. Hanya lunglai lalu buat aku berkeringat -menggigil. Seberapa luasnya rentangan waktu agar aku bisa terlegakan, atau waktu hanya pura- pura datang untuk menunjukkan bahwa aku tidak bisa apa- apa meskipun sudah menjerit kesakitan.
Filed under: puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »




