Apakah aku masih waras?

Aku sudah berusaha mencari rumahmu
Dengan segenap senyum serta degupan di dada
Tapi dalam setiap pencarianku itu
Tidak pernah aku menjumpai rumahmu
Meskipun tanpa henti aku sudah menoleh ke kiri atau ke kanan
Sambil berharap pada pagi hari yang muda
Aku melihatmu sedang memetik embun di taman rumahmu
Atau ketika sore hari yang renta
Aku mendapati dirimu sedang tergesa-gesa mengemas cahaya matahari
yang kelelahan, berserak tanpa aturan di samping rumahmu
Tapi sayangnya,
Pencarianku selama ini sia-sia
Yang aku temukan hanya
Senyum yang terkoyak
Tubuh yang melayang
Rambut yang pecah-pecah
Serta hati yang ragu-ragu
Bahwa mengambil sebuah keputusan terbaik bukanlah pekerjaan yang mudah
Karena terkadang dianggap tidak waras karena keputusan yang diambil….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.