engkau yang masih bersama air engkau yang saling bergenggaman menyelesaikan debu menyingkirkan noda-noda pada lembar-lembar anyaman benang semestinya engkau sebagai emas dan dibaluti bongkahan-bongkahan senyum dalam kediaman hatinya tapi engkau hanya sepintas lalu karena engkau bukanlah seperti raja dan ratu yang setiap waktu membungkus waktu-waktu dengan mutiara kualitas istimewa engkau yang selalu bersama suara-suara kaca [...]
Filed under: puisi | 1 Komentar »




