aku adalah kabar-kabar
yang suaraku dapat terdengar seperti hujan semusim
dan aku adalah berita-berita yang dapat dibaca seperti membaca surat kabar terbaru pagi ini…
tapi dalam mencari kabar dan mencari berita aku kehabisan bahan
karena moment-moment dan peristiwa-peristiwa tak ada ragam lagi
semuanya sama
: Tentang kekacauan dan kesombongan..
jadi buat apa aku mencari kabar dan berita lagi?
cukup cerdaskan imajinasi dalam mengukir-ukir kata jika ingin memberi kabar dan berita untuk esok pagi
bukankah kabar dan beritanya selalu saja sama kawan?
Huh..!!seperti tidak ada kabar berita yang lain saja……
Filed under: puisi




