Dia dan Aku

Dia dan aku. Diatapi awan-awan yang terkulai dan matahari yang hampir rebah. Dengan cuaca yang tidak ganas, duduk seperti pengantin di pelaminan. Berbicara tentang kemungkinan-kemungkinan. Dia dan aku seringkali mengawaki angin-angin musim kemarau. Mengisi cuaca menapaki musim-musim. Menjelajah dari usia ke usia. Lebih sering meluncur ke jurang ketimbang menyertai angin menjemput wewangian ketika bunga-bunga mekar [...]

aku menunggu

Seharusnya aku tidak di sini. Menungumu dalam kebosanan. Aku juga seharusnya tidak terlalu percaya dengan janji-janjimu. Janjimu yang dilumuri gula, janjimu untuk datang tepat waktu. Tapi aku begitu bodohnya, terlalu lemah terhadap janji, akibatnya aku mondar-mandir dalam kebosanan. Menunggumu yang entah kapan datang menampakkan muka, memenuhi janji. Memang, kemungkinannya bisa jadi engkau masih di tempat [...]

hati nurani…

Suatu ketika, ketika aku beranjak dewasa, ketika aku mulai mengenal jatuh cinta, orang tuaku berpesan, bahwa sudah saatnya aku menjelajahi alam. Mengembara mengenal perangai dan watak mengenal adab dan tata karma, yang kesemuanya diberi judul hati nurani oleh kedua orang tuaku. Jadi mereka berpesan, mengembaralah lalu kenali hati nurani dan bagaimana menggunakannya. Aku yang buta [...]

bla..bla..bla..(…)

“saya bosan sperti ini terus. Coba lihat tetangga kita, hidup mereka selalu senang. Lihat juga anak-anak mereka. Pakaian selalu baru, mainan yang selalu ganti-ganti. Sedangkan kita apa? Apa kamu ngga terpikir mas?” “ya sabar, barangkali belum bagian kita hidup senang.” “sabar?kamu kira dengan sabar saya bisa kenyang. Pakaian bisa bagus, mainan anak kita bisa selalu [...]

bla..bla..bla…

menjadi bocah

  Ketika pagi-pagi aku di bangunkan bundaku untuk segera mandi dan berangkat kerja, tentu saja aku menolak, sambil merengek, ” Bunda, apakah bunda tidak melihat kalau aku ini masih balita? Bekerja kan urusannya orang dewasa seperti ayah?” Lalu bunda memeluk dan mengelus kepalaku, “O iya sayangku, bunda lupa. Baik sekarang kamu mimik susu dulu ya, [...]

anjing kesayangan

Aku sudah hampir tiga tahun tinggal di rumah Pak Sudradjat. Tepatnya beberapa hari sesudah aku lahir. Di rumah ini di samping Pak Sudradjat, ada Bu Tinke isterinya serta seorang anak kesayangan yang baru saja tamat SMA, Gea. Ada juga beberapa orang pembantu yang jumlahnya sekitar empat orang. Aku sangat di sayangi oleh keluarga Sudradjat. Aku [...]

warna-warna

Hidup ini seperti apa warnanya sudah tidak dapat ditebak dan ditentukan lagi. Bukan berarti aku buta warna. Tapi memang dasar, warna yang sering aku temui suka asal-asalan juga menipu. Lantas mau apa? Mau protes. Mau marah. Sama siapa? Mau menyerah? Itu sama saja enggan untuk hidup lagi, jadi mending tidak perlu lagi jadi makhluk hidup. [...]

berjanjilah di tempat yang tanpa jarak

Rahayu, di mana kini? Angin masih seperti biasa. Bertiup. Meraba gerak. Dari Utara, Barat, Timur dan Selatan. Dan tempat biasa kita berdua dulu, masih bernama pantai. Aku masih ingat manakala engkau menggerutu gara-gara pasir yang engkau injak terasa panas. Engkau meringis. Engkau bermanja. Tapi engkau tetap saja suka menginjak pasir yang hangat. Siang ini, entah [...]

suara-suara

Suara-suara itu dekat. Ada di sini, di balik daun telingaku. Namun aku tidak bisa menangkapnya, untuk kemudian dibuang ke tempat sampah, karena suara-suara itu liar dan licin, juga pandai berkelit. Suara-suara itu menjajahku, menguasai hati serta pikiranku. Aku terjerat, masuk dalam perangkap. Akibatnya, dadaku bergemuruh seolah-olah menyimpan lava panas yang mau tidak mau harus dimuntahkan. [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.